26
Sep

Hari hari lewat, pelan tapi pasti


Hari hari lewat, pelan tapi pasti

Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru
Karena aku akan membuka lembaran baru
Untuk sisa jatah umurku yang baru…

Daun gugur satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Umurku bertambah satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah

Tapi… coba aku tengok kebelakang
Ternyata aku masih banyak berhutang
Ya, berhutang pada diriku…
Karena ibadahku masih pas-pasan…

Kuraba dahiku…
Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk
Kutimbang keinginanku….
Hmm… masih lebih besar duniawiku

Ya Allah….
Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Masihkan aku diberi kesempatan?

Ya Allah….
Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku
Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku
Astagfirullah…

Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan
Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah…

Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang…
Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahMu…

Hamba sangat ingin melihat wajahMu di sana…
Hamba sangat ingin melihat senyumMu di sana…
Ya Allah,
Ijikanlah…..

-Maarif-

08
Sep

Orang Brengsek Guru Sejati

Orang Brengsek Guru Sejati

by gedeprama

Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang saya
untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With Difficult People. Yang
jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik dan tekunnya
mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan dengan niat untuk sesegera
mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia sulit seperti keras kepala, suka
menghina, menang sendiri, tidak mau kerja sama dll.

Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat manusia
sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang datang menemui saya
menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar sana sebagian
adalah manusia sulit.

Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka sendiri untuk
memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan
perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku mereka - seperti
keras kepala, menang sendiri, dll - dan kemudian saya tanya apakah itu termasuk
perilaku manusia sulit, sebagian dari mereka hanya tersenyum kecut.

Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk membersihkan kaca
mata terlebih dahulu, sebelum melihat orang lain. Dalam banyak kasus, karena
kita tidak sadar dengan kotornya kaca mata maka orangpun kelihatan kotor. Dengan
kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit, yakinlah kalau bukan Anda sendiri
yang sulit. Karena Anda amat keras kepala, maka orang berbeda pendapat
sedikitpun jadi sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang
tersenyum sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal.

Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam keadaan
kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak Anda masuk ke
dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit. Dengan meyakini bahwa setiap orang
yang kita temui dalam hidup adalah guru kehidupan, maka guru terbaik kita
sebenarnya adalah manusia-manusia super sulit. Terutama karena beberapa alasan.

Pertama, manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa
menjengkelkannya mereka. Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan
pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi
positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita bertemu
orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak
berperilaku sejelek dan sebrengsek itu. Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu
kost saya yang amat kasar dan suka menghina dulu. Sebab, dari sana saya pernah
berjanji untuk tidak mengizinkan putera-puteri saya sekasar dia kelak. Sekarang,
bayangan tentang anak kecil yang kasar dan suka menghina, menjadi inspirasi yang
amat membantu pendidikan anak-anak di rumah. Sebab, saya pernah merasakan
sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya dihina anak kecil.

Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi orang
sabar. Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti karet.
Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan longgar juga.
Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala, mengurut-urut dada,
atau menarik nafas panjang oleh manusia super sulit, itu berarti kita sedang
menarik karet ini (baca : tubuh dan jiwa ini) menjadi lebih longgar (sabar).
Saya pernah mengajar sekumpulan anak-anak muda yang tidak saja amat pintar,
namun juga amat rajin mengkritik. Setiap di depan kelas saya diuji, dimaki
bahkan kadang dihujat. Awalnya memang membuat tubuh ini susah tidur. Tetapi lama
kelamaan, tubuh ini jadi kebal. Seorang anggota keluarga yang mengenal latar
belakang masa kecil saya, pernah heran dengan cara saya menangani
hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya itu tadi, manusia-manusia pintar
tukang hujat di atas.

Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan. Semakin
sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia sulit, ia akan
menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya kontribusinya. Saya tidak
mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan dipimpin oleh
manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin
jempolan. Rekan saya menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh
purnawirawan jendral yang amat keras dan diktator.

Keempat, disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi
orang dewasa. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa
diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan
orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang
lain.

Kelima, dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit sebenarnya
sedang membuat kita jadi hebat. Di masa kecil, saya termasuk orang yang
dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka membuat saya lari
kencang dalam belajar dan berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya
bantu orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini
rasanya, kalau berhasil membantu orang yang tadinya menghina kita.

Terakhir dan yang paling penting, manusia super sulit sebenarnya menunjukkan
jalan ke surga, serta mendoakan kita masuk surga. Pasalnya, kalau kita berhasil
membalas hinaan dengan senyuman, batu dengan bunga, bau busuk dengan bau harum,
bukankah kemungkinan masuk surga menjadi lebih tinggi ?

08
Sep

Sekantong Tahi Sapi

Sekantong Tahi Sapi

by gedeprama

Bayangkan di suatu pagi, ada seorang tetangga yang memberi Anda sekantong tahi
sapi. Tanpa basa basi, langsung saja kantong tadi diletakkan di depan rumah.

Bagi mereka yang sentimen dengan tetangga, mala petakalah akhir dari kejadian
ini. Namun, bagi mereka yang menempatkan pemberian sebagai sebuah kemuliaan,
maka tahi sapi tadi bisa menjadi awal persahabatan.

Nah, Anda dan saya juga sedang diberi tahi sapi (baca : krisis). Persoalannya,
apakah krisis ini akan menjadi awal petaka atau awal kemajuan, sangat
ditentukan oleh bagaimana kita menempatkan krisis.

Salah satu karya terbaik Deepak Chopra adalah Ageless Body, Timeless Mind. Di
sini penyembuh ini bertutur tentang bagaimana hidup awet muda. Fundamental dalam
tesis Chopra, tubuh ini terbuat dari pengalaman-pengalaman yang didagingkan
(dimasukkan ke dalam tubuh).

Sebagai salah satu bukti dari tesis terakhir, Chopra mengutip pengalaman seorang
Ibu yang baru menerima sumbangan jantung dari orang lain. Begitu keluar dari
rumah sakit, sang Ibu meminta dua hal yang tidak pernah disukai sebelumnya : bir
dan ayam goreng. Setelah diselidik, ternyata donatur jantung yang telah
meninggal, memiliki hobi berat meminum bir sambil memakan ayam goreng.

Pengalaman terakhir mengingatkan saya dengan pendapat Norman Cousin yang pernah
menyebut bahwa ‘kepercayaan itu menciptakan biologi’. Ini berarti, garis batas
antara biologi dan psikologi sebenarnya sangat dan teramat tipis - kalau tidak
mau dikatakan tidak ada.

Semua ini berati, cara kita menempatkan krisis, tidak hanya terkait dengan
sukses gagal di hari ini. Lebih dari itu, kita sedang mendagingkan serangkaian
sistim nilai ke dalam tubuh kita. Untuk kemudian, memberi pengaruh yang amat
besar ke dalam rautan wajah dan tubuh kita kemudian.

Coba cermati ciri-ciri manusia awet muda dan panjang umur sebagaimana ditemukan
oleh Chopra. Dari meraup kesenangan dari kegiatan sehari-hari, menganggap hidup
bermakna, yakin telah mencapai sasaran utama, menganut citra diri positif,
sampai dengan optimis.

Semuanya menunjukkan upaya membadankan sistim nilai positif. Larry Scherwitz
dari Universitas California pernah merekam hasil percakapan dengan 600 pria.
Sepertiganya mengidap penyakit jantung, dan sisanya sehat-sehat saja. Scherwitz
menemukan, pria yang menggunakan kata ganti ’saya’ lebih banyak dari rata-rata
orang, mempunyai resiko kena serangan jantung lebih tinggi.

Pengalaman saya juga menunjukkan hal yang sama. Dari ratusan eksekutif yang
pernah dikumpulkan karangannya, mereka yang otoriter, egois dan mau menang
sendiri, menggunakan kata ganti ’saya’ jauh lebih banyak dibandingkan yang lain.
Chopra juga menemukan hal yang mirip, angka kematian karena kanker dan penyakit
jantung terbukti lebih tinggi diantara orang yang mengalami jiwa murung, dan
lebih rendah diantara orang yang mempunyai maksud yang tegas serta jiwa yang
sehat.

Dari penemuan-penemuan semacam ini, Scherwitz merekomendasikan untuk semakin
membuka hati kepada orang lain. Salah seorang responden Scherwitz yang umurnya
sudah tua namun memiliki jantung yang amat sehat berargumen : ’seseorang yang
terbuka dan penuh cinta akan menua dengan baik’.

Nah, lebih dari sekadar terbuka terhadap orang lain, kita juga memerlukan
keterbukaan dalam memandang kehidupan. Persis seperti kasus tetangga yang
memberi sekantong tahi sapi. Keterbukaan dan kesediaan untuk mencintai, membuat
semua kejadian kehidupan - dari dapat tahi sapi sampai dengan berlian - menjadi
penuh dengan warna keindahan.

Egoisme - sebagaimana tercermin dari banyaknya penggunaan kata saya - memang
tidak selalu buruk. Namun, ia kerap membadankan serangkaian nilai, yang membuat
badan ini cepat tua, lapuk serta rentan penyakit.

Meminjam hasil sebuah penemuan di dunia kedokteran, kemanapun perginya fikiran,
senantiasa ada bahan kimia yang menyertainya. Atau keadaan-keadaan mental yang
murung dirubah menjadi bahan-bahan kimia yang menimbulkan penyakit. Demikian
juga sebaliknya.

Belajar dari semua ini, dibandingkan dengan mengumpat dan memaki tahi sapi yang
bernama krisis, saya mendidik diri untuk menempatkan krisis sebagai ‘pupuk’-nya
kehidupan.

Beberapa periode lalu, RUPS sebuah perusahaan besar menunjuk saya sebagai
direktur SDM. Awalnya, tentu saja ini sebuah berkah yang dirayakan oleh keluarga
saya. Sebab, sebelah kaki menjadi manusia bebas (konsultan, penulis dan
pembicara publik) namun mengalami siklus keuangan yang naik turun, sebelah kaki
jadi eksekutuf puncak dengan siklus keuangan yang pasti dan menjanjikan.

Sayangnya, saya kehilangan dua kemewahan : menjadi raja bagi waktu, dan
kemewahan hanya memberi saran tanpa perlu memantau pelaksanaan dan
tanggungjawab.

Akibat dari kehilangan ini, saya sempat mengalami gejala insomnia (susah tidur).
Belakangan, setelah membuka-buka lagi khasanah tentang fikiran yang memproduksi
bahan kimia dalam tubuh, semua ini saya rombak secara perlahan. Belum sempurna
memang ! Yang jelas, ritme tidur saya sudah kembali ke sedia kala.

Kembali ke cerita awal tentang sekantong tahi sapi, Anda dan saya setiap hari
ada yang membawakan ‘tahi sapi’. Mirip dengan tahi sapi, kita tidak bisa merubah
kehidupan. Akan tetapi, kita bisa merubah diri bagaimana mesti melihat dan
menempatkan kehidupan.

Sadar akan penemuan bahwa keyakinan memproduksi biologi, saya memilih untuk
melihat segi positif dari tahi sapi. Terserah Anda !.

21
Aug

Rembulan di Langit Hati

Untitled_2

Rembulan di langit hatiku, 

Menyalalah engkau selalu
Temani kemana mesti ku pergi,

Mencari tempat kita tuju
   
Kan kujaga nyalamu selalu…,

Pelita perjalananku
Kan kujaga nyalamu selalu…,

Rembulan di langit hatiku,

Teguhlah engkau pandu aku
Ingatkanlah ku bila tersalah,
Menuju tempat kita tuju..

Doakanlah ku di shalat malammu…,
pelita perjalananku
    …

Doakanlah ku di shalat malammu…
rembulan di langit hatiku
   ..

(-seismic-)

04
May

Estuary of Live

   "Allahumma a'innii 'alaa dzikriKa wahusni 'ibaadatiKa"

(Ya Allah ya Tuhanku, bantulah aku untuk berdzikir kepadaMu dan                 membaikan ibadahku kepadaMu)
03
May

Indo Radio Live From my PDA Phone

Dopodpro  Jam 2 pagi, di luar ujan deressss banget,  have to take a bit sleep, laptop gak dibawa, desktop  di ruangan kerja gue di lab gak ada sound cardnya…, mo dengerin mp3 dari MMC card udah bosen semua…. :D, hehe tiba-tiba jadi inget o.. yah PDA gue kan ada wifinya…, coba search sana-sini, dapet beberapa URLs radio indo online, jadi deh pantengin tuh musik via media player di windows mobile, hehe.. kok baru sekarang… yah dapet idenya … dasar Katroooo!! :D

Buat yg mo nyoba dengerin Radio Indo via PDA Phone.., bisa coba list dibawah ini:
- My Radio Surabaya mms://202.148.11.104/myradio
- Kosmonita Surabaya mms://202.148.11.104/kosmonita
- Mercury Surabaya mms://202.148.11.104/mercuryfm

kembali ke Desktop dulu yah,… udah jam lima pagi, 30 menit lagi adzan subuh, 2 jam lagi udah jam 7 - bakalan saatnya pulang…

- SmileToLive -

02
May

Wanna grow old with you


I wanna grow old with you
I wanna die lying in your arms
I wanna grow old with you
I wanna be looking in your eyes
I wanna be there for you, sharing
everything you do
I wanna grow old with you

05
Apr

Al Ghazali’s Six Questions

One fine day, Al Ghazali was sitting among his students
He asked hem six interesting questions

Tell me the nearest thing in our life
His students answeredL Parents, teachers, and friends
Al Ghazali’s said: It is death
Allah said, Every soul shall have taste of death

Tell me the farthest place from earth
His students answered: Moon, sun and stars
Al Ghazali said: It is the past
No matter how hard we try, it is unreachable

Tell me the biggest thing on earth
His students answere: elephant and steel
Al Ghazali said: It is trust

Tell me the lightest thing on earth

His students answered: Wind, dust, and cotton
Al Ghazali said: It is leaving five times pray
We leave it because of our job or business

Tell me the sharpest thing on earth

Hist students said: sword
Al Ghazali said: It is word
Because people shall hate each other

04
Apr

Sit back and fasten your seatbelt!

Its only my regular download speed :D, what dea yeah think?  So sometimes im just little bit afraid when im going back to Indo, with very slow internet connection, will i gonna be SICK? O mon Dieu!


Average knock down - 1

29mennnnnn

Average knock down 2

Speedtest18

02
Apr

Prison Break !!

Pb
Michael Scofield. Lincoln Burrows. PRISON BREAK.
Just when I thought that I can never get ensnared on a series after
SMALLVILLE and HOUSE, until I was acquainted with PRISON BREAK. Being
the inquisitive person that I am, I read the précis, and wasn’t exulted
at first. I then downloaded the first episode, and it didn’t have the
WOW factor. Still I gambled. And what a worthy gamble it was. I simply
LOVE Prison Break. 9/10

Here’s a quick synopsis:
When Michael Scofield’s brother, Lincoln Burrows is convicted of
executing the Vice-President’s brother and sentenced to death for a
murder he didn’t commit, he devises a luxuriant plan to free his
brother – by taking away his own freedom.

Pb2

So dont forget to run over it !!